Ternyata Menulis itu Gampang

Sumber gambar : https://unsplash.com

Saat kita duduk di bangku SD, pastinya sudah akrab dengan dunia tulis menulis. Diawali dari tulisan ini budi, ini ibu budi, dan ini bapak budi yang diajarkan oleh bapak dan ibu guru kita. Lambat laun tulisan kita menjadi semakin banyak, dari kalimat menjadi paragraf. Kelas 6 SD sudah mulai banyak mencatat materi-materi untuk bahan ujian. Berlanjut ke SMP, dunia tulis menulis semakin berkembang, karena pelajaran semakin banyak. Catatan pun semakin banyak saja. Masuk ke SMA, malah menjadi tambah banyak lagi catatan-catatan di buku tulis. Sampai-sampai harus berganti buku baru untuk beberapa mata pelajaran yang bapak/ibu gurunya gemar memberikan catatan kepada siswanya. Saya baru menyadari sekarang, ternyata catatan saat sekolah sangatlah baik untuk membantu memori siswa dalam mempelajari suatu materi. Semakin banyak catatan, semakin siswa mengerti dan memahami pelajaran. Karena jika tidak punya catatan sama sekali, siswa akan kesulitan belajar di saat akan ulangan atau ujian. Jadi, kegiatan tulis menulis sudah sangat akrab di mata masyarakat. Karena hampir semua orang pernah melakukannya.
Beranjak saat kuliah sarjana, dunia menulis semakin berkembang dengan adanya tugas-tugas mandiri atau kelompok dari dosen untuk membuat makalah. Dengan membuat suatu makalah untuk mata kuliah tertentu, seorang mahasiswa akan menjadi semakin mandiri untuk belajar. Mulai mencari literatur-literatur dari buku-buku, atau internet untuk keperluan makalahnya. Mahasiswa akan menjadi semakin asyik dalam dunia membaca dan menulis. Dua hal yang tidak bisa dipisahkan untuk kemajuan pendidikan. Dari membaca berbagai macam sumber, mahasiswa akan memiliki banyak pengetahuan yang nantinya akan dituangkan ke dalam makalah atau tugas-tugas dari dosen.
Mahasiswa tingkat akhir lebih asyik lagi dalam dunia tulis menulis. Karena mahasiswa tingkat akhir akan mendedikasikan seluruh waktu dan pikirannya untuk menyelesaikan skripsi atau tugas akhir. Hal ini tentunya akan berhubungan dengan dunia tulis menulis. Mahasiswa tingkat akhir akan mencari lebih banyak referensi-referensi, baik hasil skripsi kakak kelas atau teman mahasiswa lainnya. Buku-buku yang berhubungan dengan tema skripsinya akan dicari sampai manapun, dan akan dilahap habis untuk dibaca dan dipahami lalu diambil kesimpulan-kesimpulan dan materinya untuk dijadikan bahan skripsi. Secara tidak langsung mahasiswa tingkat akhir sudah memiliki kemampuan untuk berkarya dalam menulis ilmiah. Meskipun hasil referensi copy paste dari teman atau internet, pastilah akan kita modifikasi dan sesuaikan dengan isi dari skripsi kita. Bagi saya itu hal yang wajar, dan yang lebih penting kita bisa mempertahankan hasil tulisan kita dengan baik saat ujian skripsi. Hal yang terpenting tidak menjiplak seratus persen hasil karya orang lalu kita sidangkan.
Tanpa disadari, kita memang sudah akrab dengan dunia tulis menulis. Meskipun terkadang setelah bekerja, kita menjadi lupa, malas, dan kurang bersemangat dalam menulis. Entah karena kesibukan,  pekerjaan, atau karena rutinitas yang tidak memungkinkan kita memiliki waktu untuk menulis. Orang pasti memiliki berbagai macam jawaban sendiri-sendiri untuk tidak menulis. Tapi bagi anda yang masih gemar menulis dan membaca, berarti anda masih merawat budaya atau kegiatan yang kita terima saat mulai duduk di bangku SD. Saya sendiri juga ingin selalu merawat hobi menulis. Karena ternyata menulis itu gampang. Semua orang pasti bisa menulis.
Era media sosial dan dunia maya sekarang ini sebenarnya sudah melatih kita untuk kembali menulis. Kita mungkin pernah berbagi tulisan galau, motivasi, kritikan, puisi, atau apapun di Facebook, Twitter, BBM, dan lain-lain. Karena saya sendiri juga pernah melakukannya. Meskipun sekarang sudah jarang dan lebih seringnya berbagi tautan dari tulisan di blog saya sendiri atau tautan informasi dari sumber lain. Hal tersebut sebenarnya sudah melatih kita kembali untuk menulis. Namun masih berupa tulisan-tulisan pendek, yang hanya terdiri dari beberapa kalimat. Hal yang harus ditingkatkan adalah menulis lebih panjang lagi. Entah itu tulisan tentang cerita kita saat travelling atau tulisan kisah keseharian kita. Lebih baik lagi jika di dalam tulisan itu, memiliki pesan-pesan positif untuk mengajak seseorang melakukan perbuatan yang positif juga. Apalagi jika tulisan-tulisan itu berisi tentang cara-cara untuk menyelesaikan masalah. Pastilah akan membantu sesama dan disukai pembaca.
Berikut ini beberapa hal yang menurut saya, menjadikan menulis itu gampang.
1.    Ada media
Media untuk menulis bisa apa saja. Hal terpenting adalah saat kita memiliki ide untuk tulisan langsung saja direalisasikan. Kalau ditunda-tunda biasanya lupa, karena tertumpuk dengan rutinitas-rutinitas yang lain. Asal punya bolpoint atau pensil dan kertas, kita sudah bisa menulis apa saja yang menjadikan kita berekspresi dan berkreasi. Saya sendiri menganggap bahwa menulis adalah proses kreatif, karena kita merangkai kata-kata yang tersusun menjadi kalimat, lalu paragraf dan menjadi bisa dibaca. Selain itu tidak semua orang mau untuk menulis.
Selain alat tulis dan kertas, sekarang ini lebih mudah lagi jika memiliki komputer atau laptop. Kita bisa bebas menuliskan di komputer, dan kita juga bisa mengedit lalu menghapusnya dan juga bisa menyimpannya. Handphone menurut saya juga bisa dijadikan sebagai media dan sarana untuk menulis. Mengingat sekarang ini HP sudah sedemikan canggihnya dan berbasis android, sehingga lebih mudah dalam mengoperasikannya.

2.    Ada niat
Apapun yang kita lakukan jika tidak ada niat, tidak akan pernah terlaksana. Menulis memang harus diniatkan. Karena kalau hanya ingin menulis tapi tidak pernah diniatkan, ya tidak akan pernah ada tulisan yang tercipta. Mau tidak mau, menulis harus terlebih dahulu memiliki niat agar menjadi baik apa yang akan kita tulis. Niat yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

3.    Ada ide
Menulis bisa apa saja temanya. Bisa tentang masalah sehari-hari, tentang ilmu pengetahuan, dan tentang apa saja. Tapi tulisan pastilah harus ada ide. Ide tulisan tentang apapun itulah yang akan menjadikan tulisan menjadi lebih rapi dan fokus ke dalam isi tulisan. Seperti halnya tulisan saya ini, idenya ya tentang menulis itu sendiri. Ide bisa datang kapan saja, terkadang di jalan, saat mau tidur, saat sendirian mengendarai motor, atau bahkan saat berada di dalam WC. Seseorang pastilah berbeda-beda waktu dan tempat saat mendapatkan ide. Ada baiknya jika ide tulisan sudah ada, ditulis saja di kertas, atau di HP kita. Lalu kita realisasikan selanjutnya. Semakin sering menulis, maka ide tulisan akan semakin banyak dan menarik.

4.    Ada waktu
Semakin bertambahnya usia dan rutinitas, kita harus bisa membagi waktu lebih baik dan efisien. Apalagi jika sudah berkeluarga, tentu harus pandai membagi waktu antara pekerjaan, keluarga dan hal lain-lain. Tidak mungkin kita akan bekerja sepenuh waktu dalam sehari tapi mengabaikan keluarga. Kita harus dapat menentukan skala prioritas. Menulis adalah proses kreatif yang membutuhkan waktu lumayan untuk melakukannya. Setelah menulis, pasti kita akan membacanya kembali agar tulisan jadi lebih rapi dan enak dibaca. Hal ini memakan waktu yang lumayan, terkadang bisa lebih dari satu jam. Tergantung dari tulisan kita dan suasana hati juga. Saat suasana hati dan pikiran kita baik, biasanya tulisan akan cepat selesai dan menjadi baik. Jadi, jika anda memang ingin menulis, harus pandai mengatur waktu dengan baik dan selalu ingat skala prioritas. Saya biasanya menulis saat kondisi tenang dan tidak banyak pekerjaan.

5.    Ada tujuan
Tulisan adalah sebuah karya. Pasti akan dibaca. Entah itu dibaca oleh diri sendiri, atau  orang lain. Tulisan yang baik, haruslah memiliki tujuan yang baik di dalamnya. Tulisan yang mengajak pembaca untuk terinspirasi, memotivasi, berisi pengetahuan, atau membantu memecahkan masalah pembaca, jelas akan selalu banyak dinanti. Tetapi, sekarang ini banyak orang yang menulis berita-berita provokatif dan informasi-informasi palsu atau hoax.  Saya tidak tahu apa yang melatarbelakangi orang-orang menulis berita-berita yang tidak benar. Harusnya mereka menulis tentang hal lain yang ada muatan positif daripada menulis konten-konten negatif. Dalam hati kecil saya juga selalu menahan untuk berbagi info dan jangan asal share. Lebih baik ngeshare tulisan sendiri daripada tulisan orang lain yang provokatif, negatif dan belum tahu kebenarannya.
Dalam menulis harusnya memiliki tujuan yang baik dan mengedukasi pembaca. Menulis bukanlah proses yang instan dalam satu menit jadi. Alangkah percuma jika kita menulis tetapi tidak memiliki tujuan yang baik. Sebisa mungkin kita ikut menyumbangkan tulisan kita agar dibaca oleh orang lain dan mengajak untuk ikut andil dalam dunia tulis menulis.

Beberapa hal di atas mungkin dapat menjadikan kita agar selalu termotivasi untuk menulis. Karena dengan tulisan ilmu pengetahuan menjadi sedemikan majunya. Tanpa ada ilmu-ilmu atau ide-ide dari pemikir-pemikir terdahulu dalam bentuk tulisan, mungkin kita tidak bisa menikmati kemudahan-kemudahan yang ada sekarang ini. Meskipun saya bukan ilmuwan besar, tidak ada salahnya untuk ikut ambil bagian dalam dunia tulis menulis. Seperti tulisan saya sebelumnya, ayo menulis. Mari kita isi hidup ini dengan tulisan-tulisan yang baik dan mengajak pembaca untuk ikut menulis. Dengan menulis, ilmu kita akan semakin bertambah.

Cara Memotong File PDF


Sebagai seorang guru pastilah akrab dengan yang namanya file PDF (Portable Document Format). Banyak e-book atau buku elektronik yang berekstensi PDF. Bahkan dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat ini, surat antar instansi juga biasanya discan dan dibuat berekstensi PDF lalu dikirim via email. Sehingga jasa tukang pos untuk mengirim surat semakin berkurang, yang ada sekarang tukang pos mengirim paketan barang dari jual beli online. Hehehe. Memang untuk file PDF tidak bisa diedit jika hanya dibuka dengan software Acrobat Reader ataupun Foxit Reader. Kalaupun bisa diedit, biasanya hanya dengan cara menutupi filenya, memberi warna putih, lalu baru bisa mengganti tulisannya. 
Tetapi sebenarnya file PDF juga bisa diedit, asalkan bukan hasil scan, kalau hasil scan harus diconvert terlebih dahulu ke bentuk word atau excel, baru bisa diedit. Ini juga membutuhkan software khusus. Salah satu software yang bisa mengedit file berekstensi PDF yang bukan hasil scan, adalah Foxit PDF Editor. Software ini biasanya sering saya gunakan untuk mengedit file-file PDF. Selain untuk mengedit tulisan, ternyata PDF Editor ini juga bisa digunakan untuk memotong file PDF. Cara ini saya dapatkan secara tidak sengaja, dengan klak-klik software tersebut saat ingin mengambil salah satu materi Integral di Buku Sekolah Elektronik (BSE) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dibagikan secara gratis. Jika ingin melihat materi integral dari BSE yang sudah saya ambil dari beberapa buku Matematika SMA silahkan klik : Integral
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang cara memotong fie PDF menggunakan PDF Editor :
1. Bukalah program/software PDF Editor, klik File--> Open --> Bukalah File Buku atau apapun yang ingin anda potong

 
2. Setelah file buku terbuka, carilah halaman yang ingin anda ambil. Jika sudah mengetahui halaman berapa saja yang ingin anda ambil silahkan klik : Document -->Export Page 
 

3. Akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini, klik saja : Pages --> ketikkan halaman berapa sampai berapa yang ingin anda potong. 


4. Jika sudah selesai letakkan file yang akan diinginkan tadi pada Destination klik saja pada tombol folder, lalu cari lokasi penyimpanan --> Ganti tanda * menjadi nama file --> Klik Save,  seperti di bawah :


5. Setelah itu akan muncul dialog seperti dibawah yang menunjukkan tempat penyimpanan, total seluruh halaman (bukan halaman yang akan dipotong), klik saja OK


6. Akan muncul kotak dialog seperti gambar di bawah, klik saja OK.
7. Selamat, Anda sudah berhasil membuat potongan materi dari salah satu Kompetensi Dasar yang ada di buku. Jangan lupa untuk membagikannya kepada siswa anda.

Jika anda belum punya software PDF Editor, silahkan cari di google. Jika anda kesulitan untuk mendownloadnya atau ingin mendapatkan software itu dari saya, silahkan tuliskan di komentar atau email ke alamat : taufiksmk1jepara@gmail.com . Atau klik saja di menu Contact (Tuliskan pesan anda). Akan saya berikan gratis, karena saya juga mendapatkannya gratis. Terima Kasih.

SMK di Jepara


Tidak tahu kenapa tiba-tiba saya ingin posting daftar SMK yang ada di Kabupaten Jepara. Hal ini mungkin karena saya sebagai guru SMK di Jepara. Sampai dengan tahun 2017 jumlah SMK yang ada di Kabupaten Jepara berjumlah 49. Jumlah yang bisa dikatakan fantastis, karena perkembangannya begitu pesat. Saat saya mendapatkan data SMK di tahun 2011 jumlahnya masih 33. Akan tetapi, sekarang ini sudah mencapai 49 SMK. Sungguh suatu penambahan yang sangat cepat. Semoga semua SMK di Kabupaten Jepara dapat berkembang maju, dan para siswanya menjadi pribadi yang sesuai dengan gambar di atas, siap kerja, santun, mandiri, kreatif. 
Berikut daftar SMK di Kabupaten Jepara :

NO NAMA SMK
1 SMK NEGERI 1 JEPARA
2 SMK NEGERI 2 JEPARA
3 SMK NEGERI 3 JEPARA
4 SMK NEGERI 1 KARIMUNJAWA
5 SMK NEGERI 1 KEDUNG
6 SMK NEGERI 1 KALINYAMATAN
7 SMK NEGERI 1 BATEALIT
8 SMK NEGERI 1 PAKIS AJI
9 SMK NEGERI 1 BANGSRI
10 SMK ISLAM AL HIKMAH MAYONG
11 SMKS MUHAMMADIYAH 01 KELING
12 SMKS 17 AGUSTUS BANGSRI
13 SMKS BHAKTI PRAJA JEPARA
14 SMK ROUDLOTUL MUBTADIIN NALUMSARI
15 SMK ISLAM JEPARA
16 SMKS ISLAM DATUK SINGARAJA
17 SMKS TERPADU HADZIQIYYAH
18 SMKS ISLAM TSAMROTUL HUDA TAHUNAN
19 SMKS TAKHASSUS AL QURAN SADAMIYYAH
20 SMKS WALISONGO PECANGAAN
21 SMK ISLAM AL HAKIM AL FITROH
22 SMKS AL HUSAIN KELING
23 SMKS AZ ZAHRA
24 SMK HASAN KAFRAWI MAYONG
25 SMKS ISLAM MANBAUL ULUM
26 SMKS TERPADU DARUL ULUM
27 SMKS DARUL MUSYAWAROH BANGSRI
28 SMK KHOLILIYAH BANGSRI
29 SMKS NURUL HIKMAH
30 SMKS MUHAMMADIYAH 02 JEPARA
31 SMKS AL MUNIR
32 SMKS WIKRAMA 1 JEPARA
33 SMKS ISLAM AL MADINA
34 SMKS NAWA KARTIKA MLONGGO
35 SMKS AL ANWAR MAYONG
36 SMKS MUHAMMADIYAH MAYONG
37 SMKS ISLAM AL HIKMAH 2
38 SMKS NAHDLATUL ULAMA CENDEKIA
39 SMKS MUHAMMADIYAH 04 BANGSRI
40 SMKS PLUS AS SYAFIIYAH
41 SMKS AL HIDAYAH
42 SMKS ISLAM SULTAN AGUNG 1 KALINYAMATAN
43 SMKS FADLUN NAFIS BANGSRI
44 SMKS MUHAMMADIYAH MLONGGO
45 SMK MA'ARIF TEGALSAMBI
46 SMK TQ AL HAMIDIYYAH
47 SMK AL HAROMAIN
48 SMK NURUL ISLAM
49 SMK MODERN ISLAMIC SCHOOL

Sumber gambar/slogan : https://psmk.kemdikbud.go.id/halo

Membuat Link Download Otomatis

Anda tentu akan bingung ketika akan hendak mendownload suatu file di blog atau website tetapi tidak langsung sekali klik. Kali ini, saya akan memberikan sedikit tutorial sederhana tentang membuat link download otomatis sekali klik langsung masuk ke drive komputer atau HP kita. Google drive sekali lagi membantu kita dalam hal ini. Google sangatlah baik hati karena memberi kita tempat 15 GB secara gratis.
Berikut langkah-langkah membuat link download otomatis lewat Google drive sekali klik :

1. Upload lah terlebih dahulu file anda



2. Setelah itu pada tab di sebelah Google drive buka tab baru dan ketikkan www.gdurl.com , setelah itu klik connect google drive seperti di bawah

3. Jika file anda banyak sekali,carilah file yang baru diupload. Klik create gdURL --> klik share file --> klik create gdURL lagi. Kalau muncul seperti di bawah klik OK dan OK saja.


4. Setelah itu anda akan diarahkan ke tampilan baru seperti berikut. Cermatilah bagian Download URL. Nah, link itulah yang akan mempersingkat alamat file kita di google drive dan tinggal diklik maka akan terdownload langsung.


5. Nah, jika anda ingin membuat menjadikan link di postingan blog anda tinggal diklik kanan pada kotak alamat itu lalu klik copy/salin dan masuklah ke postingan blog anda.

6. Akan muncul kotak dialog seperti berikut, paste/tempel kan alamat seperti no.4 di atas pada kotak yang tersedia dan jangan lupa centang pada Open this link in a new window biar enjoy orang yang akan membukanya. Setelah itu klik OK.

7. Cara ini akan memudahkan anda dalam berbagi file dari google drive. Kalaupun tidak anda bagi lewat blog, setidaknya alamat link downloadnya menjadi semakin pendek. Anda tinggal ketik dan bagikan ke orang lain lewat WA, Facebook, SMS, atau media sosial yang lain. Intinya Google sudah baik sekali dengan kita dengan memberikan tempat yang begitu besarnya untuk menyimpan file kita.

8. Jangan lupa berbagi file dengan sesama, biar hidup kita jadi indah.

Manfaat Blog untuk Guru

Dunia internet semakin berkembang dengan cepat. Dulu orang mengaksesnya lewat komputer, sekarang lebih mudah lagi diakses dengan HP. Apalagi jika HP nya berbasis android, akan lebih nyaman dan menyenangkan untuk mengakses internet. Sebagai seorang guru, mau tidak mau saya harus mengikuti perkembangannya. Karena hampir seluruh orang juga mengikutinya, kalau guru tidak mau mengikuti akan sangat ketinggalan dengan siswanya. Dalam mengajar saya pun memanfaatkan blog untuk membantu dalam pelajaran. Blog merupakan situs yang dapat diakses oleh orang lain. Untuk membuatnya pun gratis. Kalau ingin lebih jelas tentang blog, silahkan buka Google dan ketikkan tentang blog. Jika anda ingin membuatnya ketikkan lagi cara membuat blog. Google akan menunjukkan ratusan ribu situs yang akan membahasnya. Jika anda ingin sumber lain, gantilah dengan bahasa inggris kata yang akan dicari, pasti banyak juga sumbernya. Intinya google itu baik sekali dan sabar dengan kita. Saat tulisan kita salah pun dikoreksi oleh Google. 
Sumber gambar : www.news.okezone.com

Blog yang paling banyak digunakan adalah Wordpress dan Blogger. Jika menggunakan wordpress nanti alamat blog anda adalah : www.namablogku.wordpress.com. Jika menggunakan blogger maka namanya adalah : www.namablogku.blogspot.com (sekarang dialihkan menjadi blogspot.co.id). Saya sendiri menggunakan blogger untuk membuat blog. Silahkan anda pilih sendiri, tapi jika menggunakan blogger lebih mudah penggunaannya dan juga blogger milik dari Google. Tahu sendiri kan begitu baiknya Google dengan kita, sampai-sampai kita juga diberikan tempat 15 GB di drive dan gratis untuk satu alamat email.    
Sebenarnya saya sudah membahas tentang Blog untuk Pembelajaran sebelumnya. Silahkan klik disini.
Membuat blog sangat mudah, yang terpenting kuncinya ada fasilitas laptop/komputer dan koneksi internet. Dua hal itu saja sudah cukup untuk memulai membuatnya. Tinggal kita mau atau tidak. Itu menjadi hak kita masing-masing.
Manfaat blog untuk guru juga banyak sekali. Sebelum saya lanjutkan tulisan ini, ingin rasanya menegaskan bahwa manfaat ini menurut saya dan hasil sedikit riset kecil-kecilan. Mungkin akan berbeda manfaatnya dengan orang lain. Ibarat saat sakit batuk dan minum obat batuk merk A, mungkin bagi saya tidak ada manfaatnya, tapi bagi orang lain mungkin sangat bermanfaat. Seperti halnya jika saya minum madu, manfaatnya sangat bagus bagi tubuh, tapi mungkin bagi orang lain, madu tidak mempunyai manfaat sama sekali. Nah, saya akan menjelaskan beberapa manfaat dari pemanfaatan media blog untuk guru. Hal ini merupakan bagian dari apa yang sudah saya lakukan beberapa tahun dalam hal ngeblog.
Blog untuk Tugas Siswa
Saya sebenarnya termasuk guru yang malas untuk mengkoreksi tugas siswa. Karena tugas siswa biasanya hasil pekerjaan beberapa sama dan sejenis. Hal ini yang mendasari saya untuk menjadikan blog sebagai media Tugas Siswa. Biasanya saya memanfaatkan soal online dengan Quiz Creator. Karena siswa nanti bisa langsung mengerjakan tugas secara online dan saya langsung tahu nilainya melalui online. Setelah mengerjakan tugas online biasanya hasil coret-coretan siswa saya minta untuk dikumpulkan kemudian saya cocokkan dengan hasil pekerjaan lewat emailnya. Biasanya tugas ini saya berikan di rumah dan dengan jangka waktu lebih dari 3 hari.

Blog untuk Pemaparan Materi
Menjadi guru memang harus berpikir kreatif agar supaya siswa bisa lebih mudah mendapatkan sumber belajar. Karena tidak semua materi yang mudah dicerna siswa ada di buku. Pengadaan buku oleh pemerintah dan sekolah pun terbatas. Siswa membeli LKS pun sudah dilarang oleh pemerintah. Mau tidak mau harus berpikir supaya siswa mudah mendapatkan materi. Saya pun memanfaatkan blog untuk berbagi materi lewat file. Bisa juga tinggal copy paste dari materi yang sudah ada. Tapi untuk matematika harus ekstra dalam menulis lambang-lambang. Saya pun memudahkan diri saya sendiri dan siswa dengan langsung upload file di PDF dan siswa mendownloadnya. 

Blog untuk Nitip Tugas
Menjadi seorang guru pasti tidak seratus persen mengajar siswa. Adakalanya kita izin ada keperluan keluarga yang penting, diklat, MGMP, atau rapat. Pasti kita akan meninggalkan siswa. Pasti kita akan meninggalkan tugas untuk dikerjakan siswa. Jika acaranya tidak mendadak mungkin kita bisa nitip tugas melalui guru piket di hari sebelumnya. Tapi jika acaranya mendadak pasti saya meminta siswa untuk membuka tugas di blog. Sekali lagi pelajaran matematika harus ekstra untuk menulis rumus-rumus. Tapi biasanya saya memanfaatkan foto saja. Foto yang bagaimana? Tentunya kita sebagai guru mempunyai kumpulan materi atau soal-soal yang banyak. Nah tinggal saya pilih saja dan saya screenshoot lalu jadikan foto. Sehingga lebih mudah dalam menguploadnya. Hal ini saya lakukan karena tidak suka mempersulit diri sendiri. Atau mungkin juga karena saya termasuk guru yang malas. Hehe.

Blog untuk Bahas Soal-soal Ujian atau soal yang lain
Matematika identik dengan soal-soal yang rumit. Siswa akan merasa terbantu jika guru memberikan langkah demi langkah dalam menyelesaikan soal. Saya pun beberapa kali membuat pembahasan soal-soal untuk membantu siswa. Tapi karena saya yang kadang sok sibuk, pembahasan soal-soal yang saya buat sangat sedikit sekali. Ini yang masih menjadi PR untuk saya kerjakan.  

Blog untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis
Guru ternyata di era sekarang dituntut untuk menghasilkan karya tulis. Nah, blog sendiri saya gunakan sebagai media dalam merangkai kata-kata. Meskipun kata-kata tidak formal yang sering saya tulis, tetapi itu lebih baik daripada saya tidak pernah menulis apapun. Karena basic saya sebagai guru matematika yang identik dengan penyelesaian soal-soal dan tidak pandai berbahasa, maka media blog saya gunakan untuk melatih keterampilan menulis saya. Ternyata hal ini pun bermanfaat saat membuat Penelitian Tindakan Kelas. Saya jadi tahu, mana kalimat yang baku, formal, dan kalimat-kalimat ilmiah yang harus digunakan. 

Blog untuk Berbagi
Menjadi seorang guru memang sudah kodratnya untuk berbagi. Mulai dari berbagi ilmu sampai berbagi hal-hal yang positif. Untuk itu, saya pun menggunakan media blog untuk berbagi soal-soal, materi, kisi-kisi, atau file-file yang lain kepada teman-teman yang membutuhkan. Karena dengan saling berbagi kita akan mendapatkan ilmu-ilmu baru yang lainnya. 

Blog untuk Menginspirasi
Blog kok menginspirasi, darimana? Beberapa orang mungkin bertanya demikian. Sekali lagi tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi. Beberapa siswa yang saya suruh untuk membuka dan mengerjakan tugas dari saya di blog ikut-ikutan membuat blog. Memang tidak semua, tapi jika ada siswa yang mengikuti jejak saya, hal itu membuat bangga. Meskipun hanya membuat blog, yang semua orang bisa membuatnya. Setidaknya menurut saya, siswa yang membuat blog akan memiliki keterampilan untuk menulis. Hal yang sudah semakin ditinggalkan dikalangan siswa. Siswa juga akan terlatih untuk menjadi orang yang suka berbagi. Dimana beberapa orang tidak mau berbagi ilmunya. Siswa juga akan belajar, jika blognya bagus dan berkualitas bisa menghasilkan uang. Sudah banyak cotohnya orang yang menghasilkan uang lewat blog.

Manfat blog untuk guru di atas merupakan hasil pengalaman dan pengamatan saya sendiri. Saya memulai membuat dan otak atik blog mulai tahun 2009. Ternyata di luar sana sudah ada yang ilmunya jauh di atas saya, baik yang baru belajar ngeblog, apalagi yang sudah lama ngeblog. Bahkan ada blogger yang memulai ngeblog di tahun 2012 tapi sudah luar biasa dan menghasilkan karya berupa template blog, tutorial-tutorial, e-book dan lain-lain. Saya pun semakin sadar diri ternyata ilmu saya dalam dunia nge blog masih dangkal. Hehehe.
Belajar ternyata berbeda-beda waktu pehamaman, proses dan hasilnya. Termasuk belajar blog. Sudah banyak orang mendapatkan manfaat dari blog. Termasuk mendapatkan uang dari blog. Silahkan di klik saja di Google cara mendapatkan uang dari blog. Anda akan mendapati banyaknya situs atau blog yang mengulas tentang itu.
Memprovokasi teman-teman guru untuk membuat blog dan konsisten untuk mengisinya selalu saya lakukan. Meskipun saya sendiri kadang kurang aktif dalam ngeblog. Tapi dengan adanya smartphone yang sudah dimiliki oleh banyaknya siswa, maka saya pun berpikir untuk selalu mengupdate blog. Alangkah baiknya jika blog yang kita buat itu bisa diakses dengan mudah lewat HP, atau istilahnya Mobile Friendly. Kita cari saja template-template blog yang Mobile Friendly untuk digunakan di blog kita, agar orang yang mengakses lebih mudah dan tidak perlu membesarkannya. Sekarang ini sudah banyak yang menawarkan template-template yang mobile friendly baik yang gratis atau berbayar.  Tinggal kita pilih saja sesuai dengan selera kita.
Semoga para guru menjadi semakin kreatif dan memanfaatkan internet dengan sebaik-baiknya untuk membantu kemajuan pendidikan dan pembelajaran. Daripada menggerutu dan mengkritik pemerintah yang menggonta ganti kurikulum, atau mengkritik pemerintah yang tidak menaikkan gaji, atau mengkritik sekolah yang tidak sesuai dengan hati dan pikiran kita, lebih baik berkarya saja dan berbagi lewat dunia maya. Guru merupakan seseorang yang akan selalu menginspirasi siswanya. Marilah kita senantiasa berkarya dan berbagi.

Silahkan kunjungi blog lain yang saya buat jika sempat :
www.mtksmkn1jepara.top
www.mgmpmtk.com

Lain-lain

Artikel Selanjutnya »

Kisahku

Artikel Selanjutnya »