Berguru pada Murid


Foto yang saya tampilkan ini adalah seorang murid saya. Yudha Maulana namanya, tapi panggilannya Jambi. Dia lahir di kota tersebut dan hijrah ke Jawa saat masuk sekolah SMK sampai dengan lulus. Tepatnya di SMK Negeri 1 Jepara, tempat saya mengajar. Lulus tahun 2015 yang lalu, dan sekarang kembali lagi ke tanah kelahirannya untuk melanjutkan kuliah. Naik gunung dan berpetualang hobinya. Cita-citanya pun sangat mulia, ingin mengajak saya muncak ke Gunung Rinjani. Gunung yang begitu diidam-idamkan oleh para pendaki. 
Saya belajar banyak dari anak yang satu ini. Hal yang saya sukai adalah dia begitu hormat dan menghargai orang yang lebih tua. Tidak sombong meskipun dia sekarang sudah mendaki kemana-mana. Jumlah gunung yang sudah ditaklukkan mungkin lebih banyak dari saya, karena saya sendiri termasuk pendaki gunung yang kurang fanatik. Saya sebut kurang fanatik, karena begitu banyak alasan ketika akan hendak muncak. Muncak merupakan hobi yang sekarang sudah banyak diminati oleh para anak-anak muda. Hobi yang semoga memang untuk menikmati keindahan alam, menjaga kelestariannya, dan tidak membuang sampah sembarangan di gunung, yang semoga saja tidak hanya hobi untuk berfoto-foto selfie saja saat berada gunung serta tidak mengotori puncak gunung. 
Murid saya yang satu ini sangat menggilai muncak. Pernah saat ngobrol pun dia mengutarakan keinginannya untuk menaklukkan semua gunung yang ada di Indonesia. Saya pun mengamininya, dan semoga saja bisa. Saya banyak belajar banyak dari murid yang satu ini, saat naik gunung dia selalu membawa kantong plastik untuk membawa turun sampahnya. Dia juga anak yang peduli dan setia kawan meskipun dia masih muda dan gesit, dia siap menunggu saya yang selalu berhenti saat muncak dengannya. Karena badan saya yang semakin besar waktu itu, dan mungkin faktor umur tidak bisa dibohongi. Harusnya dia langsung tancap gas, naik ke atas pun bisa, tapi dia menunggu rekan-rekan se tim. Nah, itulah yang saya sukai dari muncak bersama tim. Harus selalu kompak dan tidak meninggikan ego saat naik dan turun gunung. 
Saya banyak belajar dari murid, tidak hanya si Jambi saja. Saya juga dulu belajar nge blog dari murid yang sekarang kerja di tanah Kalimantan. Namanya Ahmad Hisyam. Sebenarnya dulu saya yang mengenalkan dia ngeblog. Tapi seiring perkembangan waktu, dia malah yang menekuninya dan mendapatkan juara di beberapa kejuaraan Lomba Blog. Dulu dia sangat aktif membuat blog, karena tidak hanya satu saja yang dibuatnya. Blog yang dibuat oleh Hisyam sangat keren dan menarik tampilannya. Saya sendiri kalah dalam hal tampilan blog. Murid yang satu ini juga dulu sangat total dalam memberikan karyanya pada SMK Negeri 1 Jepara, karena tidak hanya ngeblog saja. Dia juga sering membuat desain-desain visual berupa logo-logo, desain banner, desain brosur dan apapun yang berkaitan dengan dunia komputer. Tapi, sekarang kelihatannya sudah sibuk dengan pekerjaannya sehingga blog pribadinya sudah jarang update. Saya pun dulu sering bertanya kesulitan-kesulitan dalam hal komputer padanya waktu dia jadi murid. Tak jarang saya juga sering meminta bantuannya untuk membuat spanduk atau desain-desain yang sesuai dengan keperluan sekolah. Saya sendiri mengaguminya dulu. Selain memiliki seni yang tinggi dalam berkarya, anaknya juga menghormati gurunya. Sopan terhadap orang yang lebih tua, dan tidak sombong meskipun gajinya sekarang sudah di atas gaji saya. Terakhir kali ketemu, dia bercerita tentang nominal gajinya yang memang lebih tinggi dari saya. Tapi tidak tahu juga apakah di tanah Kalimantan besaran gaji sama dengan di tanah Jawa. Sekarang pun, saya kadang masih menjalin komunikasi lewat BBM dengan anak hilang yang satu ini. Semoga semakin berkah pekerjaannya dan semakin rutin berkarya lagi.
Cerita seorang guru tentang muridnya mungkin jarang ditulis. Saya sendiri berusaha untuk membuat tulisan ini berbeda dengan tulisan yang lain. Karena biasanya, banyak tulisan murid yang memuji gurunya atau bercerita tentang gurunya. Cerita seseorang memang akan berbeda dengan orang yang lain. Saya menceritakan murid dan belajar dari murid karena semata-mata sadar bahwa guru bukanlah manusia yang tahu segalanya. Guru bukanlah seorang dewa yang dengan ilmunya bisa mengubah apa saja. Guru tentulah manusia biasa. Memiliki keterbatasan waktu dalam belajar. Era sekarang ini adalah hal yang lumrah jika seorang guru bertanya tentang ilmu-ilmu yang tidak diketahuinya kepada orang lain atau bahkan kepada muridnya. Murid tidak boleh kita anggap sebagai gelas kosong tanpa isi. Pastinya seorang murid sudah memiliki isi di dalam akalnya. Meskipun terkadang ada yang belum nampak dan ada juga yang tidak tampak sekali isinya. 
Era modern seperti sekarang ini, yang sedemikian cepat dan bebasnya kita dalam mencari dan menemukan ilmu harus dipahami oleh guru. Guru tidak boleh berprinsip dia tahu segalanya. Guru harus berprinsip bahwa mengajar murid adalah sebagai sharing ilmu pengetahuan karena guru telah mendapatkan ilmunya terlebih dahulu. Murid sekarang ini juga demikian bebasnya mengakses pengetahuan dan pembelajaran dari internet. Dengan sekali mengetik permasalahan di google atau mengakses situs-situs pengetahuan, murid dengan mudah mendapatkan informasi. Untuk masalah-masalah komputer, gadget atau aplikasi-aplikasi HP pun murid terkadang lebih pintar dari gurunya. Bahkan tak jarang saya dan beberapa teman juga bertanya dan belajar dari murid. Masalah virus komputer saja, ada murid yang bisa mengatasi dan membersihkannya.  Virus yang kadang guru dibuat pusing memikirkan data-data hilang, dengan mudah diatasi oleh beberapa murid yang ahli. 
Saya sendiri juga sering bertanya kepada murid tentang ilmu-ilmu baru di dunia komputer yang saya belum paham dan tidak bisa. Malu bertanya sesat di jalan. Pepatah itu tampaknya berlaku untuk semua orang. Untuk sekedar bertanya kepada murid tidak perlulah kita malu. Gengsi pun harus dihindari. Karena guru sekali lagi bukanlah orang yang tahu segalanya. Guru adalah manusia pembelajar yang juga dapat dikatakan sebagai murid di sekolah kehidupan ini. 
Sebagai seorang murid pun tidak boleh merasa sombong dan besar kepala ketika ditanya sesuatu atau diminta bantuan oleh gurunya. Jangan menjadi orang yang angkuh ketika berhasil menolong seorang guru. Tapi tetaplah menjadi murid yang rendah hati dan terus belajar. Guru bertanya kepada murid menjadi hal yang wajar dan lumrah sekarang ini. Tidak perlu ada jarak yang terlalu jauh, tapi juga guru dan murid tidak boleh terlalu dekat seperti dengan teman. Tetap harus ada tata krama dan unggah-ungguh dalam berinteraksi. Karena bangsa Indonesia adalah bangsa timur yang masih mengenal nilai-nilai kesopanan.
Sebenarnya, tidak hanya dua orang murid hilang itu yang saya ceritakan. Masih banyak sekali murid-murid saya lainnya yang kadang saya diberi ilmu dan saya minta bantuan. Tapi dua orang murid itu saya ceritakan karena kedua-duanya berada di luar Jawa. Yang satu di Sumatera dan satunya lagi di Kalimantan. Sehingga jika mereka membaca tulisan ini tidak meminta royalti atau pertanggungjawaban. Bukan soal hal itu sesungguhnya saya menceritakan murid saya, dua orang itu hanya sebagai contoh dari banyaknya murid yang berhasil menekuni cita-citanya dan menjadi laki-laki sejati yang berani keluar dari tanah kelahirannya untuk merantau mendapatkan pengalaman. Hal yang mungkin saya sendiri belum tentu mampu untuk menjalaninya. Selain itu, dua anak hilang itu juga kadang masih berkomunikasi dengan saya lewat sms dan bbm an. Sesuatu yang sudah jarang dilakukan oleh seorang murid kepada gurunya. 
Guru haruslah semakin memiliki kepekaan dalam menjalankan tugasnya. Karena seorang guru tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik seorang anak manusia, yang nantinya akan menjadi generasi penerus. Guru tidak boleh berpikir terlalu pesimis kepada murid yang sedang diajar dan dididik untuk saat ini. Mungkin saja murid yang kita ajar sekarang tidak bisa matematika, biologi, atau sejarah. Mungkin saja murid kita tidak suka olahraga atau seni. Namun, bisa saja seorang murid memiliki suatu hal yang dia sukai dan memiliki minat besar terhadapnya yang tidak kita ketahui. Bisa saja seorang murid memiliki keahlian di bidang yang tidak kita ajarkan. Bakat dan minat seseorang jelaslah berbeda. Tidak mungkin kita harus memaksa semua mengikuti kita. Meskipun terkadang harus kita paksa. Biarlah murid-murid kita ini memilih apa yang disukainya. 
Murid belum tentu lebih bodoh dari gurunya. Murid belum tentu juga lebih pintar dari gurunya. Tugas kita adalah mendidik mereka dan selalu memberi motivasi untuk menjadi manusia sesungguhnya. Manusia yang berkembang menurut pikiran dan perasaan mereka sendiri. Semoga para murid menjadi orang yang selalu berbuat baik. Dan semoga para guru tidak henti-hentinya melakukan perbuatan yang baik. 

Catatan seorang guru
Jepara, 25 Februari 2017 
Taufik F

Bekerja Sukarela

Tampaknya, menjadi manusia yang kodratnya bekerja tidak harus melulu bertujuan mencari uang. Adakalanya bekerja secara sukarela menjadikan hidup enak dan nyaman. Terlebih jika pekerjaan itu adalah hal yang kita sukai. Menyenangi sesuatu hal, lalu menggelutinya secara tekun dan rutin memang menyenangkan hati dan pikiran. Sehingga tidak ada rasa tertekan. Bisa berekspresi dan berkreasi sesuai dengan kehendak hati.
Namun apa daya jika kebutuhan manusia semakin mendesak. Kebutuhan yang harus dicukupi secepatnya. Kebutuhan yang membutuhkan uang untuk merealisasikannya. Sudah pasti manusia akan kembali disibukkan dengan kegiatan untuk mencari uang. Kehidupan mau tidak mau akan terus berjalan dengan ataupun tanpa uang. Manusia jelas harus memiliki prioritas dalam hidup. Kebutuhan untuk sekedar mengejar materi, atau mengejar kebahagiaan dunia dan akhirat. Manusia itu sendirilah yang mengetahui dengan pasti apa yang dilakukan untuk hidup ini.
Kebutuhan hidup tidak akan pernah ada habisnya dalam hidup di dunia ini. Sekarang mencari ini dan sudah terpenuhi, besoknya lagi pasti masih ada hal yang dicari lagi dan harus terpenuhi. Begitulah seterusnya dari hari ke hari sepanjang hidup. Akan tetapi, apakah hidup ini hanya untuk mengejar materi saja? Suatu pertanyaan yang terkadang melintas di pikiran. Sudah barang tentu, pikiran manusia akan selalu berjalan dan bergerak mengikuti kehendak tuannya. Meskipun ada hal-hal di luar kehendak itu. Jelaslah kiranya jika manusia memang harus mengejar materi. Apakah harus setiap hari kita mengejarnya? Apakah harus selalu terpenuhi apa yang menjadi kebutuhan kita? Hanya diri sendirilah yang bisa menjawabnya.
Bekerja pasti untuk mencari rejeki. Bekerja pasti untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Bekerja pasti untuk mengejar materi. Lalu apa sebenarnya materi itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) materi diartikan sebagai benda; bahan; segala sesuatu yg tampak. Jadi, materi merupakan segala sesuatu yang memiliki wujud dan dapat dilihat oleh mata. Lalu jika materi sudah terpenuhi apakah kita akan kembali mencari lagi? Ataukah kita melakukan hal lainnya? Sekali lagi, diri sendirilah yang dapat menjawabnya.
Selain materi, tentunya ada hal-hal lain dalam hidup yang pasti dicari. Hal yang tidak terlihat oleh mata, dan hanya dapat dirasakan oleh diri sendiri. Kebahagiaan, kepuasan, kesenangan, merupakan beberapa hal yang tidak dapat dilihat oleh semua orang. Akan tetapi diri sendirilah yang merasakannya. Bekerja yang baik adalah berkerja yang menghasilkan. Entah itu berwujud materi atau berwujud perubahan kebaikan dalam diri.
Manusia sebagai makhluk yang memiliki pikiran yang selalu berputar setiap saat harus dapat memilah-milah mana yang penting, mana yang butuh, mana yang ingin dan mana yang hanya sekedar kesenangan. Manusia sudah semestinya memiliki banyak sekali keinginan-keinginan yang setiap saat selalu berubah dan bertambah. Prioritas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu berbeda-beda antara manusia satu dengan yang lainnya. Kembali lagi, hanya diri sendirilah yang dapat menjawabnya.
Namun, sebagai makhluk sosial pasti kita memiliki interaksi dengan orang lain. Pernah memandang tinggi orang lain. Pernah juga memandang remeh orang lain. Itu merupakan suatu kewajaran, karena manusia memang tercipta penuh dengan pandangan-pandangan terhadap orang lain. Kita pasti pernah memandang orang lain lebih hebat dan lebih kaya mungkin dari kita. Entah itu dengan melihat materi yang dimiliki oleh orang itu ataupun dengan kehebatan bakatnya yang hebat yang tidak kita miliki.    

Foto Susanto-Korban Erupsi Gunung Merapi-from Yahoo.co.id

Banyak sekali orang yang istimewa menurut kita, entah itu dari pandangan atau bahkan dari cerita orang lain. Kita mungkin pernah mendengar istilah pekerja sosial, atau sukarelawan. Istilah itulah yang menurut saya sangat luar biasa. Kenapa luar biasa? Menurut pandangan saya pribadi, para pekerja sosial memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain. Mereka bisa bekerja tanpa dibayar. Mereka mau melakukan pekerjaan tanpa bayaran. Para pekerja sukarelawan ini tentunya punya keluarga. Itulah terkadang yang menggelitik pikiran saya. Apakah mereka tidak menafkahi keluarganya? Apakah mereka bekerja hanya untuk kepuasaan diri sendiri saja? Ataukah mereka memiliki pekerjaan yang lainnya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya bisa dijawab oleh para pekerja sosial itu sendiri, yang jawabannya pasti berbeda-beda. Di televisi, media sosial, atau di lingkungan sekitar pasti kita pernah menjumpainya. Banyak sekali orang-orang yang bergelut di bidang sosial ini. Mereka yang bekerja secara sukarela untuk kebutuhan orang lain. Bahkan untuk kebahagiaan orang lain. Saat melihat orang seperti ini, rasanya saya ingin melakukan seperti apa yang mereka lakukan. Akan tetapi, saya belum bisa seratus persen menjadi orang yang bekerja secara sukarela. Bekerja sukarela jelas tidak ingin mendapatkan imbalan apapun. Untuk saat ini saya sendiri masih belum bisa sedikit melakukannya.
Kesibukan dalam bekerja dan keegoisan diri terkadang menjadi penghalang kita untuk bekerja sukarela. Belum lagi jika ditambah dengan kebutuhan-kebutuhan hidup yang harus terpenuhi. Jelas tidak mudah untuk menjadi orang yang bisa bekerja sukarela. Orang yang sudah bisa melakukan pekerjaan sukarela pastilah orang yang hebat dan bahagia. Orang yang cerdas dalam mengatur waktu hidupnya. Dan orang yang memiliki cita-cita hidup mulia. Terbersit keinginan untuk mulai melakukan pekerjaan sukarela, meskipun hanya kecil skalanya. Mulai dari yang ada di rumah, dilanjutkan ke lingkungan sekitar.
Bekerja sukarela jelas berbeda dengan bekerja sukasuka. Sekarang ini, semakin bertambah saja orang yang bekerja sukasuka. Bekerja sesuka hatinya dan tidak mau menerima saran dari orang lain. Semoga kita terhindar dari bekerja sukasuka dan mulai sekarang sedikit demi sedikit bekerja sukarela. Jelas tidak seluruh hidup kita dedikasikan untuk bekerja sukarela. Harus bisa membagi waktu dan tenaga antara bekerja sesungguhnya untuk mencari uang dan bekerja sukarela untuk mencari kebahagiaan.
Marilah kita bekerja dan berkarya di dalam hidup kita. Sehingga jika ditanya anak cucu kita, kita bisa menjawabnya dengan karya nyata. Tidak hanya dijawab dengan dongeng-dongeng yang membuat anak kebingungan untuk mencari jawabnya saat mereka dewasa. Tapi kita jawab dengan karya yang bisa berbentuk apa saja. Bekerja sudah pasti menjadi kodrat seluruh umat manusia. Bekerja haruslah menghasilkan. Entah itu menghasilkan uang ataupun hanya ucapan terima kasih. Hal yang pasti, dengan bekerja akan membuat hidup kita menjadi bermakna dan memiliki arti untuk orang-orang di sekitar kita. Mari bekerja yang sesungguhnya dan ditambah bekerja sukarela.

Nge-Blog untuk Media Pembelajaran

Blog merupakan suatu media yang baik untuk menyalurkan bakat kita dalam menulis. Entah itu menulis mengenai tips-tips, berita, atau untuk hal yang lainnya. Dengan adanya blog, secara tidak langsung orang ikut melestarikan budaya menulis. Budaya yang baik bagi perkembangan masyarakat. Dimana, era sekarang media sosial sudah mengglobal. Hampir seluruh orang memiliki medianya sendiri di dunia maya. Hal ini jelas akan membantu orang untuk saling terhubung dan memudahkan segala kegiatan atau pekerjaan.
Sebagai seorang guru, saya juga memanfaatkan media blog dalam membantu untuk mengajar siswa. Setelah melihat banyak siswa yang menggunakan smartphone, alangkah bijaknya jika memotivasi siswa untuk menggunakan HP berbasis android untuk belajar. Setidaknya mengajak siswa untuk menyisihkan waktunya menggunakan HP untuk belajar, daripada hanya digunakan untuk media sosial atau game saja.
Sudah sejak lama sebenarnya saya membuat blog untuk media belajar matematika khususnya siswa di SMK Negeri 1 Jepara dimana tempat saya mengajar. Tahun 2010 saya membuat blog Matematika SMK Negeri 1 Jepara yang setelah saya membeli domain murah, alamatnya menjadi www.mtksmkn1jepara.top . Memang tidak berdomain .com tapi menurut saya itu sudah cukup puas, karena bisa utak atik bagaimana cara merubah alamat blog menjadi domain sendiri. Awalnya blog tersebut berisi tentang soal-soal matematika saja dan data siswa yang melaksanakan program remidial. Karena saya masih merasa kasihan awalnya kalau siswa harus pergi ke warnet untuk membuka blog saya. Tetapi setelah di Tahun 2016 SMK Negeri 1 Jepara menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), maka saya semakin bersemangat untuk mengisi blog dengan soal-soal tes online berbantuan software Quiz Creator dari Wondershare.
Membuat tes online dengan wondershare Quiz Creator awalnya memang sulit, namun setelah googling sana sini dan ketemu beberapa artikel tentang membuat Tes Online di blog dengan Quiz Creator akhirnya pun saya bisa memanfaatkannya. Sebenarnya tes online tidak hanya menggunakan quiz creator saja, ada banyak sekali media pembuatan soal atau tes online yang lainnya. Akan tetapi, mata pelajaran matematika yang soalnya memerlukan rumus-rumus, dan lambang-lambang khusus, maka saya lebih memilih menggunakan Quiz Creator.
Selain membuat soal try out, tugas siswa, dan tugas remidi secara online di blog, saya juga menyisipkan pembahasan soal-soal Ujian Nasional Matematika untuk SMK. Kenapa hanya untuk SMK? Karena blog tersebut dari awal memang saya buat dan dedikasikan untuk kemajuan Matematika di SMK Negeri 1 Jepara. Jika bisa berbagi dengan orang lain di luar sekolah tempat saya mengajar, berarti Blog tersebut memberikan manfaat kepada orang yang lebih banyak. Alhamdulillah.
Soal-soal yang saya share juga yang berkaitan dengan soal-soal Ujian Nasional Matematika SMK dan soal-soal ulangan semester. Meskipun masih sedikit yang saya share, setidaknya sudah membantu siswa untuk belajar. Ke depannya saya memang ingin lebih konsen dan intens dalam mengisi blog Matematika tersebut. Blog yang mudah-mudahan dapat membuat siswa lebih termotivasi dalam belajar dan mungkin malah menjadi ikut ngeblog. Menularkan virus ngeblog dan menulis kepada orang lain memang gampang-gampang susah dan butuh kerja keras.
Blog memang banyak dibuat orang dengan tujuan masing-masing yang berbeda-beda. Ada blog yang komersil, namun banyak juga blog yang isinya berbagi. Setidaknya dengan adanya blog, orang menjadi rajin menulis. Karena peradaban yang baik, diawali dari tulisan. Blog matematika SMK Negeri 1 Jepara memang memiliki tulisan yang tidak panjang, karena saya ingin sesuatu jelas disitu. Blog yang ini saya biasanya menuliskan hal-hal yang panjang. Media pembelajaran memang bisa dari apa saja dan di mana saja. Blog Matematika SMK Negeri 1 Jepara memang awalnya bertujuan untuk media pembelajaran saya dan siswa. Seiring dengan semakin mudahnya orang mengakses internet, mudah-mudahan blog tersebut juga semakin mudah diakses siswa. Berikut penampakan blognya :

www.mtksmkn1jepara.top

Blog yang menurut saya sangat sederhana. Template yang digunakan pun template bawaan dari blogger. Sebelumnya memakai template dari beberapa tempat yang menyediakan template gratisan. Berganti-ganti sesuai dengan keinginan hati. Tapi setelah ingin otak-atik blog sendiri, akhirnya memutuskan menggunakan template bawaan karena bisa lebih leluasa untuk mengeditnya.
Di dalam forum kegiatan MGMP Matematika SMK Kab. Jepara saya juga terkadang menunjukkan dan memotivasi teman-teman sesama guru Matematika untuk membuat blog sebagai media pembelajaran. Setidaknya ikut menularkan virus ngeblog di kalangan guru. Sehingga guru belajar hal lain selain kompetensi pedagogik, juga mengembangkan kompetensi profesionalnya. MGMP Matematika SMK Kabupaten Jepara juga sudah saya buatkan blog sendiri untuk memudahkan komunikasi dan berbagi informasi.
Guru yang aktif nge-Blog juga sudah sangat banyak sekali di Indonesia. Dengan adanya hal tersebut, setidaknya para guru ikut melestarikan budaya tulis menulis. Budaya yang harus dilestarikan dan diajarkan kepada anak cucu kita. Guru yang semakin banyak dibebani dengan tugas-tugas administrasi yang semakin banyak, setidaknya dapat meluangkan sedikit waktunya untuk menulis di blog. Entah itu menulis hal yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diajarkan atau yang berkaitan dengan pendidikan. Atau malah berbagi tips-tips yang bagus dalam berbagai hal.
PEMBAHASAN SOAL UJIAN NASIONAL SMK MAPEL MATEMATIKA KEL.TEKNIK TP.2015/2016

PEMBAHASAN SOAL UJIAN NASIONAL SMK MAPEL MATEMATIKA KEL.TEKNIK TP.2015/2016

Setelah saya upload di blog saya yang lain, yaitu blog Matematika SMK Negeri 1 Jepara, tak ada salahnya jika saya upload juga di blog pribadi biar tambah rame saja postingan blog ini. Karena di tahun 2017 ini, tidak tahu mengapa rasanya ingin menulis terus. Ingin mengisi blog dengan tulisan-tulisan yang berasal dari sendiri. Setidaknya tidak hasil copy paste dan ikut dalam melestarikan budaya menulis. Budaya yang semakin tumbuh dengan adanya media sosial, tetapi biasanya tulisannya singkat. Ah.. aku kok malah kemana-mana dan gak seperti judul postingan. Oke, berikut saya upload Pembahasan Soal Ujian Nasional SMK Mapel Matematika Kel. Teknik TP. 2015/2016. Berikut pembahasannya :


Untuk mendownloadnya silahkan klik di bawah ini :

DOWNLOAD

Terima kasih.

Lain-lain

Artikel Selanjutnya »

Kisahku

Artikel Selanjutnya »