Mengajar Itu Kini Telah Menjadi Panggilan Jiwaku

Mengajar Itu Kini Telah Menjadi Panggilan Jiwaku


Mengajar Itu Kini Telah Menjadi Panggilan Jiwaku


Mungkin sebagian besar para mahasiswa di jurusan keguruan saat masih kuliah merasa bahwa pekerjaan mengajar itu adalah tugas yang sangat berat. Apalagi jika para mahasiswa itu masuk jurusan keguruan atau kependidikan karena terpaksa tidak dapat diterima di jurusan bergengsi atau karena desakan orang tua untuk jadi guru. Ada juga mahasiswa yang hanya sakdermo nglakoni saja kuliah di keguruan. Karena pada prinsipnya hidup itu mengalir sajalah. Atau mungkin karena menyukai pelajaran saat sekolah, jadi kuliah di jurusan tersebut.





Akan tetapi banyak juga yang memang ingin menjadi guru sejak duduk di bangku SMA. Tidak ada yang salah memang seseorang kuliah di keguruan ataupun tidak. Karena pada dasarnya orang kuliah itu berarti menyukai belajar dan ingin kehidupannya lebih baik di masa mendatang. Meskipun sekarang ini banyak dan sudah semakin banyak saja para sarjana yang menganggur ataupun bekerja tidak sesuai dengan bidang yang digelutinya saat kuliah. Bekerja memang tidak harus sama dengan yang dipelajari saat di bangku kuliah. Menurut saya, bekerja itu tidak melulu sesuai dengan ilmu kesarjanaan yang dimiliki, tetapi bisa bekerja di bidang yang lainnya. Meskipun saya sendiri bekerja sebagai guru matematika yang menerapkan ilmu di saat kuliah. Walaupun tidak seluruh ilmu dari kuliah saya aplikasikan tetapi masih perlu banyak belajar lagi.





Tentunya, belajar untuk diri sendiri dan juga belajar untuk dapat berkarya secara nyata dalam profesi dan pekerjaan sebagai guru untuk mencerdaskan, mengajar, dan mendidik siswa yang dititipkan di sekolah tempat kita bekerja. Tugas guru sekarang ini memang membutuhkan kecerdasan dan kedewasaan dalam berpikir dan berperilaku. Tidak hanya asal mengajar saja, tetapi harus selalu berusaha agar siswa mengerti apa yang kita ajarkan. Tidak hanya mengajar, guru juga harus mendidik siswa agar nantinya menjadi pribadi yang berkarakter dan bermental baja untuk mengarungi samudera kehidupannya kelak selepas sekolah. Karena, tantangan hidup dewasa ini akan semakin berat. Mengingat arus modernitas yang sudah ada di tengah-tengah masyarakat kita.





Menjadi guru haruslah pandai dalam memberikan motivasi dan inspirasi kepada siswa. Karena apa yang pernah kita lakukan, atau yang dikerjakan oleh guru pasti sebagian siswa akan menirunya. Meskipun tidak semua siswa akan mengikuti jejak gurunya, tetapi pastilah ada satu dua siswa yang termotivasi dan mungkin menjadi terinspirasi oleh gurunya.





Menginspirasi siswa sebenarnya tidak sesulit yang kita bayangkan. Yang perlu dilakukan guru adalah dengan menjadi pribadi yang terus senantiasa belajar untuk dirinya sendiri dan untuk orang lain. Serta harus selalu berbagi apapun yang mungkin bisa kita bagi kepada siswa dan saudara-saudara kita.





Mengajar adalah suatu tugas yang mulia. Dimana kita memberikan ilmu yang manfaat kepada siswa untuk nantinya dapat mengembangkan siswa dalam mengolah cipta, rasa, dan karsa. Serta dapat menjadikan siswa menjadi pribadi yang lembut hatinya dan keras mentalnya, dan menjadikan siswa tahan banting dalam ujian hidup.





Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mengajar di era modern seperti ini perlu kiat-kiat khusus yang harus selalu dipelajari oleh guru. Ya, guru memang harus selalu belajar. Tidak boleh tidak. Kalau guru itu berhenti belajar, maka murid yang tidak belajar seharusnya tidak boleh ditegur atau dimarahi oleh guru untuk belajar.





Siswa sekarang ini sulit sekali untuk belajar. Meskipun sudah diberikan dengan tugas yang membabi buta, jika siswa memang tidak ada niatan dan motivasi belajar maka tugas-tugas dari guru tidak akan pernah tersentuh sendiri. Namun, yang sering terjadi adalah meniru atau menjiplak hasil pekerjaan temannya tanpa mau berpikir sendiri atau setidaknya di modifikasi atau ditambahi hasil pekerjaan sendiri.





Fenomena mencontek memang suatu hal yang menjadi wajar di dunia pendidikan kita. Sudah turun temurun dan akan susah dihilangkan jika pedoman dari hasil belajar itu adalah nilai-nilai yang berupa angka-angka. Untuk merubahnya memang membutuhkan revolusi besar-besaran tidak hanya di tingkat pemangku kebijakan, namun harus benar-benar bisa merubah dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia secara keseluruhan. Sulit sekali memang untuk merubah pola pikir masyarakat kita. Perlu kerja keras dan kerja cerdas untuk dapat setidaknya merubah setengah dari jumlah penduduk di Indonesia untuk berpikir ke depan. Dan itulah tugas guru yang memang tidak boleh lelah atau menyerah dalam mengajar dan mendidik siswanya.


Tidak usah berpikiran untuk merubah bangsa kita seluruhnya. Cukuplah sebagai guru yang selalu belajar dan mempunyai pemikiran serta sumbangsih kepada negara dengan mencerdaskan dan memberi pelajaran kepada siswa yang diajarnya. Tidak perlulah punya keinginan untuk merubah masyarakat di negara ini seluruhnya. Cukup dengan terus mengajar dan mendidik siswa di tempat kita hidup sehari-hari dengan hati yang ikhlas dan senyum selalu terkembang. Serta senantiasa untuk tidak henti-hentinya belajar apapun dengan suka cita.

Lain-lain

Artikel Selanjutnya »

Kisahku

Artikel Selanjutnya »